Kamis, 05 Maret 2015

Semut dan Cahayanya

Coba belajar menulis, luangkan waktu untuk menulis. Sedikit saja, mulailah menulis, sekedar kumpulan-kumpulan sms yang tak terkirim, atau puisi-puisi yang tak tentu maknanya. Banyaklah berlatih dan berteman baiklah pada waktu luangmu. Coba kirim tulisan tersebut ke media. Dari majalah bobo, misalnya. Buatlah dongeng-dongeng sederhana yang didalamnya terdapat pesan yang bermanfaat.

Sabtu, 21 Februari 2015

Telur Berpasir dan Ikan Balado

Pagi ini, ada mata kuliah pagi. Buru-buru dan sedikit tergesah-gesah. Mempersiapkan berbagai hal. Tak tertinggal minum susu hangat. Ya, sekedar penambah energi kalau-kalau tak sempat sarapan.

Hari ini, seperti biasanya. Ada pergantian jam di kamar mandi. Satu diantara kami, aku dan kembaranku, akan berbagi waktu. Bisa digilir, ada yang pertama juga akan ada yang kedua.

Rabu, 18 Februari 2015

Kado Berlapis



Sedikit merapikan kerudung yang terkena deruan angin selama di kendaraan. Sedikit kusut terkena hentaman helm keamaan berkendara. Selangkah di depan sana, sudah terlihat jelas perempuan tinggi dengan senyummnya yang manis berbalut kerudung merah jambunya. Kak Ica. Itu dia orangnya, kakak angkatku di kota baruku ini.

Cerpen: "Episode yang Tertunda"



Episode yang Tertunda
Lisma Nopiyanti
Pagi itu, kenapa mentari tak mau menampakkan kekuatannya. Kutatap ia masih berselimut awan kelabu. Malu-malu. Malah beberapa detik kemudian perlahan menitik-nitik air memercik di helmku. Kunikmati saja. Walaupun nyatanya hatiku tak akan bisa meresapinya begitu dalam. Bisik lirihku, makin menyeruak di dalam benakku. Rintihan-rintihan air hujan pun hampir memenuhi seragam putih-abu yang ku kenakan saat itu. Aku begitu terlarut dalam keadaan. Oh mentari. Kau membuatku bersedih.